Islamic Widget

Assalamualaikum Wr. Wb

Selamat Datang di Blog saya yg sederhana ini semoga bisa diambil ilmu-ilmu yang bermanfaat di dalamnya... dan tugas saya sebagai seorang muslim, agar saling berpesan dengan kebenaran & saling berpesan dengan kesabaran... Semoga kalian menemukan pesan2 itu

Mengenai Saya

Foto saya
lebih nyaman tampil bersahaja. lebih suka di belakang layar dripda tampil ke dpan panggung. lebih senang menulis skenario dripda aktris pemeran utama. jauh dari hingar bingar & gegap gempita selebritas. tapi bila ia pergi, byk orang kehilangan...he_he ^_^ tapi mulai sekrang & saat ini. saya berjuang utk mnjadi pemeran utama terbaik dalam kehidupan dunia & akhirat. Amin.

Selasa, 13 Juli 2010

Cinta seperti apa yang kau maksud???

Cinta seperti apakah yang kau maksud? Apakah cinta yang tergadai di lorong2 jalan? Di pinggiran rel2 kereta api? Di depan pintu2 sekolah? Atau di jalan2 sempit di kampus? Di depan halaman2 bioskop dan di kegelapan jalan? Cinta seperti apakah yang kau maksud? Ataukah cinta yang hanya lewat, ia mampir dari pintu2 jendela rumah dan kosmu atau balkon2 apatemenmu? Sekali lagi saya tegaskan, cinta seperti apakah yang kau maksud?

Sesungguhnya cinta yang hakiki adalah sebuah tumpahan lautan perasaan yang matang dan sangat dalam. Ia bukanlah perasaan yang biasanya kita harapkan untuk hadir, kemudian kita mengikuti kemana ia pergi. Atau kita bersikap demikian hanya karena kita mendengar bahwa Si Fulan jatuh cinta kepada kita. Sebab, cinta adalah gejolak perasaan yang datang secara reflek. Ia menyerang kalbu manusia dengan tiba2, tanpa memberikan peringatan dan tanpa permisi.

Cinta yang hakiki tdk bisa digambarkan kecuali setelah seseorang jatuh dalam perangkapnya. Maka, tdk ada artinya jika remaja menterjemahkan cinta dg hanya melakukan pertemuan dg seorang cewek di sekolah, di asrama, di kos2an atau di kampus, kemudian mengajaknya berjalan berduaan, bercerita tentang indahnya kebun cinta. Jiwa mereka menari-nari kegirangan. Mereka lupa bahwa barang siapa yg mencintai seseorang, maka seharusnya ia tdk akan menyakitinya, mencemarkan namanya dan nama keluarganya.

Tanda-tanda cinta yang pertama adalah tumbuhnya rasa cemas terhadap org yg ia cintai. Jika memang benar2 mencintainya, maka ia akan sgt cemas dirinya & nama baiknya. Cinta yg tulus adalah cinta yg dpt mengantarkan seseorang ke jenjang pernikahan. Sebuah pernikahan yg sesungguhnya, bukan model pernikahan yg terselubung, yg biasa dilakukan oleh anak muda dg menikahi seorang wanita, kemudian stlah habis manisnya, sepah dibuang. Inikah yg dinamakan cinta menurut mereka???

Adapun tntang rasa cemas bahwa ia tdk akan dpt melakukan pernikahan jika tetap memakai hijab, sebagaimana anggapan ibumu, adalah masalah yg sangat sederhana, sama persis seperti keraguan yg biasa dimiliki oleh remaja yg sebaya dg mu.mereka mengatakan, “Remaja yg mengurung dirinya dari manusia dg hijab, berarti ia tlah mengubur masa mudanya bahkan mengubur masa hidupnya utk menikmati indahnya pernikahan??????????”
Hal yg paling penting yg membuat pasangan jenis tertarik adalah kecantikan dan semua yg berkaitan dg kepribadiannya. Bagaimana mungkin ia akan merasa yakin dengan keadaan calonnya, jika ia tdk bisa menikmati penampilannya dan tidak siap menerima keadaan dan karakternya yg begitu tertutup???????? Bagaimana mungkin ia akan siap menerima apa adanya, jika Si cewek tetap bersikeras menutup dirinya di belakang kerudung dan hijabnya???????????

Itulah argument yang diungkapkan oleh para ibu kepada anak2 perempuan mereka. Mereka menganggap bahwa dengan menampilkan semua yang bisa menarik laki2, maka akan cepat mendatangkan kebaikan bagi anaknya (cepat laku). Pemuda harapannya juga akan segera hadir menemani hidupnya. Satu factor lagi yang menjadikan mareka-para remaja putri lebih “berani” tampil adalah pengaruh budaya masyarakat sekitar. Masyarakat berusaha mengeksploitasi sebesar-besarnya kegelisahan remaja seperti ini.

Para remaja putri semakin bertambah khwatir jika mereka me-MAKE UP penampilan mereka dengan aturan Islam. Mereka akan semakin percaya diri justru ketika mereka dapat terbebas dari belenggu agama, kemudian dpt bergabung bersama barisan pemuda2 play boy, dengan memamerkan hiasan & dandanannya. Dan leburlah mereka dg semua aktivitas yang ada di dalamnya!!!!!! Sungguh saya bersumpah, semua ini adalah tipu besar, yang bertolak belakang dengan realita sebenarnya. Ini adalah tipuan besar yang diteriakkan oleh penggagas gerakan free sex dan budaya permissive (serba boleh).

Sayangnya, paham ini telah bayak meracuni kalangan remaja dan ibu2 muslimah! Jika kita renungi realita yang kita alami selama ini, maka akan kita temukan bahwa prosentase pemuda yang merasa yakin akan dapat menikahi wanita2 yg menjaga diri jauh lebih besar bahkan berkali-kali lipat banyaknya daripada keyakinan pemuda akan menikahi wanita yg tidak menjaga dirinya (yang permissive) yang terkesan berpenampilan tdk seperti apa adanya. Seringkali mereka tampil sebagai penipu, hanya dg tujuan untuk memikat lelaki.

Bahkan, akad pernikahan itu jauh lebih byk terlaksana pada kalangan keluarga yang diliputi dalam nuansa keagamaan yg kental daripada keluarga lainnya, dengan prosentase yg berlipat ganda. Data ini dapat diperoleh dg melihat hasil penelitian dan sensus penduduk setiap Negara yg berkaitan dg masalah ini…….

=======================
Yakinlah dengan hikmah yang telah digariskan oleh Sang Pencipta, Allah Subhana Wa Ta’alaa. Dan yakinlah bahwa seluruh manusia tdk akan meraih kemaslahatan, tidak akan mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat kecuali dg menerapkan syariat Allah Subhana Wa Ta’alaa……..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Buat Buku Tamu disini

widget by Klinik-it